Selasa, 15 April 2014

my first story





KARLINA DAN KAUS KAKI BAU
(cinderella Story)
Cast :
-Karlina  As Karlina (cinderella)                       - Aditya As Prajurit Kerajaan
- Kamarudin As pangeran Udin                             - Vita As Nenek Sihir
- fikri  As Ayah                                                    - Ilham As Raja
- Dewi As Ibu tiri                                              
- Nela As kakak tiri
- Amel As Kakak tiri
- Mifta As Kakak Tiri

Alkisah pada jaman dahulu kala ada sebuah desa bernama Kebon Kalapa atau bahasa gaulnya Bonka. Namanya desa Kebon Kalapa karena rata-rata penduduk disana  fanatik banget sama peuteuy(?). dipinggiran desa tersebut, ada sebuah rumah bergaya eropa klasik yang sedikit berlumut dan jamuran tetapi mewah. Disana hiduplah empat orang gadis yang cimit dan unyu-unyu kayak chelibel. Ibunya bernama Bu Dewi dan bapaknya bernama Bapak Fikri.

Anak pertama bernama Nela. Gadis cantik berkulit putih dengan mata beningnya yang mampu membuat siapa saja tunduk kepadanya. Dia sangat terkenal dikalangan kaum pria. Baik itu pemuda ataupun yang udah karatan(?). tetapi kecantikannya tak sesuai dengan perilakunya. Dia adalah gadis yang sombong,manja,pelit,pemarah dan pemalas. Tiap hari kerjaannya ngorok kayak kebo. Suka sekali menindas Karlina –adik tirinya-.

Anak kedua yaitu Amel. Gadis manis dengan mata cicaknya yang membuat nya seperti anak cicak-_- Dia orang yang sombong dan cerewet, juga suka sekali menindas adik tirinya . Hobbynya itu selfie sambil manyun-manyun *dulu ada kamera ga sih?* bareng temen geng nya  yang biasa disebut geng Cibubuhan. 

Anak ketiga yaitu Mifta atau bisa dipanggil Atun.punya karang di ketek sama dagu, karena itulah kalo dia selfie suka nutupin karangnya yang didagu sama tangannya sambil julurin lidah-__- . Tak jauh beda dengan  kakak-kakaknya yang sombong ,pemalas dan suka menindas Karlina, dia pun sama.

Anak terakhir yaitu Karlina. Dia adalah adik tiri dari ketiga kakaknya. Karena itulah wajah dan kulitnya berbeda dari ketiga kakaknya yang cantik dan berkulit putih. Wajahnya kurang menarik dan kulitnya hitam pekat*wkwk*. Konon katanya sih waktu dulu ketika ibunya mengandung karlina,ibunya keseringan makan areng dan karbit. Yah,jadi beginilah jadinya ketika dewasa, Kalo mati lampu susah ditemuin *dulu ada lampu?*  dan juga kalo jalan bareng kakak-kakaknya, orang-orang akan mengira itu bayangan ketiga gadis itu (wkwkwk maaf banget kalindd :D). Ibunya yang asli dulu ketauan selingkuh dengan tukang es doger dan akhirnya memilih kabur bersama selingkuhannya dan meninggalkan Karlina bersama ayahnya(pak Fikri). Dan setelah itu pak Fikri menikah lagi dengan bu dewi yang janda dan beranak tiga yang sangat kejam dan bermuka dua.
 Tetapi.. Karlina berbeda dengan kakak-kakaknya. Dia orang baik,ramah,suka menolong dan rajin menabung(?). Walaupun suka ditindas oleh mereka, dia tetap tabah dan sabar menghadapinya. Dia tak berani mengadu kepada ayahnya karena takut diancam oleh ibu dan kakak tirinya.
.
.
    Suatu hari......
Amel : “KARLINAAAAAA.....”
Seperti kesetanan Amel berteriak memanggil karlina. Suaranya nya kayak mesin mobil butut sungguh memekakan gendang telinga.
Karlina : “iya kak, ada apa? Kok kakak berteriak sih? Ga malu apa sama tetangga sebelah?”
Amel : “eh lo ya udah berani ngelawan gue hah? Lo pkir lo siapa hah?”
Karlina : “kembarannya Jennifer Lopez.” -___- *gubrak seketika*
Amel : “idihh narsis loh.. tampang kayak omas aja sok jadi teteh Jenni -__- udahlah nih cuci baju gue sampe bersih.. awas lo kalo ga bersih.”
Tiba-tiba datang Nela dengan mata terkantuk-kantuk dan rambutnya berantakan kayak nenek lampir.
Amel : “ heh kebo kerja lu tidur mulu ya.. idih”
Nela : “bae we atuh masalah keur sia hah?”
Amel : “hehe bercanda kakak :p    eh Karlina kenapa lo diem aja? Cepet cuci tuh baju!! Dan jangan bilang pada ayah kalo gue nyuruh lo oke? Awas lo ya”
Karlina : eh iya iya .”
Karlina pun bergegas pergi dari hadapan kedua orang itu. Kemudian menuju sungai untuk mencuci baju kakaknya.
.
.
Selesai mencuci baju,karlina kembali ke rumah dengan wajah lelah nya. Ketika berjalan ke arah kamar Amel,sang ayah memanggilnya.
Pak fikri : “nak, kemana saja kamu? Ayah cari kamu dari tadi ga ada.”
Karlina :” maaf ayah aku tadi nyuci bajunya kak Amel .”
Pak Fikri : “eh kenapa kamu nyuci bajunya amel? “
Karlina : “eh itu anu eummm.. aku pingin aja kok yah, waktu kemarin kak Amel nyuci baju aku.sekarang giliran aku yang nyuci.”
Dengan tampang bloonya, pak fikri menganggukkan kepala tanda mengerti. Mempercayai begitu saja ucapan anaknya yang imut itu (huekkkkk :p)
Pak Fikri : “yaudah, sekarang kamu simpen baju-baju itu dan langsung ke ruang tengah ya? Ayah mau berbicara sesuatu.”
Karlina : “ oke ayahh :)
.
.
Setelah menyimpan baju-baju amel, Karlina menuju ke ruang tengah sesuai ucapan ayahnya tadi.
*ruang tengah*
Mifta : “eh kalin sini duduk sebelah aku..” dengan sok manis nya dia merangkul bahu Karlina dan membawanya duduk di sebelahnya.
‘dihh so’ cari perhatian ayah’ ucap Nela, Amel dan bu Dewi dalam hati.

Pak Fikri : “ekhemm.. semua sudah berkumpul? Baiklah.. ada sesuatu yang harus ayah katakan pada kalian.”
Semua nya mulai mengambil posisi duduk yang nyaman untuk menyimak pembicaraan sang ayah.
Pak Fikri : “akhir-akhir ini bisnis Kerudung Rabbani kita melonjak drastis di pasaran dunia.”
Yah pak Fikri adalah seorang  pebisnis kerudung Rabbani. Bukan sembarang kerudung lohh.. soalnya bahan dasar nya terbuat dari Anyaman (oke ini ngawur :p) makanya banyak sekali peminatnya.
Pak Fikri melanjutkan : “ untuk itu ayah akan berangkat ke Perancis selama dua bulan buat beli bahan anyaman disana.”
Mendengar pernyataan itu, semuanya -kecuali Karlina- terlonjak kegirangan didalam hati. Ya,karena akhirnya mereka bisa leluasa menindas Karlina tanpa halangan dari sang ayah dan tentunya akan lebih bebas melakukan apa saja di rumah yang bisa di bilang mewah. Berbeda dengan Karlina, gadis itu tampak murung. Dia sudah yakin bahwa sang ibu tiri dan kakaknya akan lebih leluasa mem-bullynya dan akan lebih kejam dari sebelumnya. Hahhh... siapkan mentalmu Kalind. Semoga tuhan melindungimu. Semoga.
.
.
.
Terlihat keluarga itu sedang sibuk mempersiapkan barang-barang sang ayah di kamar ayahnya. Sang istri terlihat menyiapkan baju-baju sang suami. Dan anak-anaknya yang ikut membantu –minus karlina-.
Ibu Dewi : “ haha akhirnya si tua bangka itu pergi juga, sekarang aku adalah ratu dirumah ini.”
Mifta : “ iya bu haha dan aku juga akan lebih bebas nyiksa si tengil itu.”
Nela :” mudah-mudah ayah lama disananya. Sekalian aja ga pulang-pulang.”
Amel :” kita berdoa aja moga-moga ayah naik pesawat MH370  biar ilang dan ga pulang-pulang “ *abaikan perkataan ini*
Mereka semua asyik berbincang sambil membereskan barang-barang sang ayah. Tak menyadari bahwa Karlina mendengar pembicaraan mereka dari balik pintu kamar yang sedikit terbuka sambil terisak pelan.
Karlina : “hiks..hiks.. mereka sangat jahat. Ya tuhan,kenapa hidupku begini , aku takut.. hiks.hiks ayah jika kau tau seberapa piciknya mereka. Seberapa menderitanya aku selama ini.”  
akhirnya karlina berhenti mendengarkan pembicaraan mereka dan berlalu pergi ke kamarnya.
.
.
.
    Dua minggu kemudian.......
“KARLINA AMBILIN GUE SEPATU...”
“KARLINA MAKANAN GUE MANA..”
“BOCAH TENGIL,CEPAT BELANJA..”
“ KARLINA LO JANGAN TIDUR MULU CEPET BERSIHIN HALAMAN BELAKANG..”
“KARLINA CUCI BAJU GUE..”
“ KARLINA CEBOKIN GUE CEPET..”
Begitulah aktivitas sehari-hari keluarga tersebut setelah sang tuan rumah (pak fikri) pergi merantau. Dan abaikan untuk teriakan terakhir-__- .  Seperti tak ada rasa kasian untuk mereka menyiksa Karlina.  Setiap hari tak ada ampun menyuruh ini itu. Bukan hanya itu, mereka pun memaksa Karlina tidur di gudang yang banyak sekali cengunguk-cengunguk yang bertebaran. Sungguh kasian hidupmu nak *pukpukKalind*
.
.
Seperti pagi  ini, karlina sedang menyapu halaman depan rumah mereka. Sesekali menyeka keringat yang mengucur. Baju yang digunakan nya lusuh dan kotor seperti gembel jalanan. tetapi tiba-tiba datang seonggok manusia berpakaian ala prajurit memasuki kediamannya. Dengan gagah orang yang berpakain prajurit itu menghampiri Karlina.
“Eh ada gembel.. maaf neng, apakah ini kediamannya pak H. Mastah Fikri Diningrat?” orang itu bertanya tanpa memperdulikan raut wajah Karlina yang seperti menahan marah.
“enak aja lo panggil gue gembel.. siapa sih lo?iya ini rumahnya pak Fikri dan CATAT gue anaknya, bukan gembel.” Sembur Karlina.
“eh hehe maaf neng keceplosan,soalnya neng keliatan banget kayak gembel wkwk. ekhemm Saya adalah Prajurit Kerajaaan, dan nama saya adalah Aditya anaknya pak Haji Atang. Itulohh kuwu Rajapolah yang punya toko anyaman. Neng tau kagak? Pasti ga tau yah? Cupuu lo Neng.”seru Prajurit tersebut panjang dan ga nyambung.
“idih buat apa gue tau urusan lo! Sebenernya lo mau ngapain sih? Dateng-dateng gajelas gitu bilang gue gembel lagi.” Amuk Karlina sambil mem-poutkan bibirnya lucu.. *kyaaaa imuttttt!!*
“eh iya sampe lupa. Ini neng saya dikasih tugas sama Raja Ilham buat ngasih undangan ke keluarga pak Fikri untuk  acara ulang tahun anak semata wayangnya yaitu pangeran Kamarudin atau biasa dipanggil Pangeran Udin. Acaranya malam ini” Ucap Prajurit tersebut.
“oh iya iya makasih deh undangannya. Tapi maaf ayah gue kayaknya  ga bisa ikut soalnya lagi ke Perancis. udeh ah lo balik lagi sana..”ucap karlina sambil ngibasin tangannya tanda mengusir.
“BIASA AJA KELES..” kata Adit ngikutin gaya masa depan(ini kan ceritanya pada jaman dahulu) dan langsung pergi untuk memberikan undangan kepada warga lain.
.
.
.
     Di rumah....
Amel : “ eh apaan tuh lin?”(merampas undangan yang dibawa karlina)
Karlina :” ini kak, undangan pesta ulang tahun pangeran Udin katanya.”     
Mifta : “kyaaaaaa benarkah? Pangeran Udin yang tampan dan gagah perkasa itu? Aku ga nyangka kita bakalan diundang..”
 Tiba-tiba ibu dewi dan Nela datang dari arah dapur.
Ibu dewi : “ada apa ini ? kenapa tereak-tereak gitu sayang?”
Mifta : “ini mah, pangeran Udin anak raja ilham yang ganteng kayak Greyson Chance itu ngundang kita ke pesta ulang tahunnya. Aku seneng banget mah..”
Ibu dewi : “wah bagus dong kalo gitu.. eh denger ya mamah pengen salah satu dari kalian harus mendapatkan Pangeran Udin.”
Nela : “ pasti dong. Pasti akulah yang dapet. Coz nya kan aku cantikkk..”
Amel :” ya pasti aku dong kak yang dapet. Kemarin aku baca tweet nya pangeran,katanya kriteria cewe idamannya adalah gadis yang imut,cantik dan rajin. Pastilah aku. Kakakkan pemalas huhh..” *sumpah ini ngarang banget*
Nela : “apa lo bilang hah?? Ngajak ribut lo ya...”
Ibu dewi : “sudah-sudah jangan ribut ah.. sekarang kalian dandan yang cantik ya? Jangan lupa pakai gaun yang bagus dan harus terlihat menarik agar pangeran melirik kalian oke?”
Sang ibu mengusap-usap sayang ketiga anaknya yang tampak senang. Melupakan sesosok Karlina yang termenung sedih. Dia ingin sekali pergi kesana dengan gaun yang cantik. Tapi apalah daya, dia tak punya gaun satupun. Mustahil kalo minjen ke mereka.
Ibu dewi : “oh iya buat kamu Karlina, jika kamu memang pengen pergi ke pesta itu ya.. terserah sih. Tapi kan kamu gak punya gaun jadi sebaiknya kamu diam aja dirumah okeh? Haha.” (sambil meledek)
Miftah : “bener.. lebih baik lo disini aja diem daripada malu-maluin kita. Yu ahh kita dandan dulu yang cantik.”
Mereka pun lekas pergi ke kamar masing-masing untuk berdandan. Sementara Karlina nampak sedih karena tidak bisa ikut ke sana. Akhirnya Karlina pasrah dan pergi menuju halaman belakang untuk merenung.
Di halaman belakang,Karlina duduk di kursi panjang sambil menangis. Dia merindukkan ayahnya. Jika saja ayahnya ada disini,mungkin saja dia dibelikan gaun oleh ayahnya dan pergi ke pesta pangeran Udin ‘haaahhh....’
*brukkkkkk krasakkrusuk* “meongggggggg”
Jantung Karlina hampir melompat tatkala melihat kucing hitam yang terjatuh dihadapannyaentah darimana dan mengeong keras. Kelihatannya sang kucing sedang menahan nyeri akibat benturan ke tanah. Gadis itu menghampiri sang kucing dan berjongkok sambil membawa kucing tersebut ke pangkuannya. Terlihat ada luka robekan dari lengan kiri sang kucing. Karena tak tega akhirnya Karlina membawa nya ke kamarnya(gudang) dan mengobati luka kucing tersebut dengan hati-hati. Setelah mengobati kucing tersebut. Karlina keluar untuk mengambil air hangat. Tetapi ketika kembali......
Kucing itu tak ada. Tapi tergantikan oleh seorang nenek tua dan udah karatan yang duduk di tempat yang kucing tadi duduki sambil menatapnya sayu. Nafas nya tercekat. ‘siapa nenek itu?’ ‘darimana dia datang?’ itulah pemikiran karlina.
“saya Vita. Aku adalah kucing yang kau tolong tadi.” Jawab nenek tua itu seakan mengetahui isi pikirian gadis tersebut.
“a-appa?? Bagaimana bisa?” dia begitu syok dan sedikit takut.
“ saya adalah kucing jadi-jadian nak. Ga usah takut gitu. biasa aja keles..” sang nenek ber-rolling eyes sambil berbicara alay. Tetapi kemudian dia menatap kembali wajah Karlina sambil tersenyum khas nenek tua “ kau sangat baik sekali mau mengobati saya. Terimakasih nak, hatimu begitu mulia.”
“iya nek sama-sama.” Jawab karlina. Matanya masih membengkak karena menangis tadi.
“kenapa matamu bengkak nak? kau menangis?”tanya nenek vita heran.
“ah tidak apa-apa nek . saya cuman sedih tak bisa ikut ke pesta ulang tahun pangeran Udin malam ini karena tak punya gaun dan sepatu.Aku juga ga bisa dandan” Curcol karlina(?)
“oh begitu ya.. hmm karena kau udah menolong saya bagaimana sebagai imbalannya saya akan merubahmu menjadi cantik dengan gaun yang bagus dan pergi ke pesta itu?” Tawar sang nenek baik hati.
“benarkah itu nek? Kau tak bohong?” harap karlina.
“nggak dong, aku kan orangnya nggak PHP nak .” jawab sang nenek.
“yeah makasih ya nek makasih bangetttt. Nanti aku promote deh twitter nenek.” -____-
.
.
.
Dengan cepat karlina berubah total dari yang terlihat nerd kini menjadi seperti princess. wajah putih kehitam-hitaman(?) dengan gaun pink memanjang sampai ujung kaki jenjangnya yang sangat cantik, rambutnya dibiarkan tergerai panjang dengan poni menutupi dahinya yang selebar lapang bola.  Sang nenek tersenyum puas melihat perubahan Karlina. Hanya dengan memakai editan XiuXiu,photoshop,dan sedikit sentuhan efek Camera360 membuat Karlina terlihat sangggaaaat cantik. Tak lupa sexy lips dari efek C360 membuatnya terlihat seksehhhh..*wkwksumpahngakak*
Karlina dibawa oleh sang nenek ke kereta kencana yang entah bagaimana bisa berada di halaman depan rumahnya. Ibu dan kakak-kakak tirinya sudah pergi satu jam yang lalu. Karlina memasuki kereta tersebut dan memandangi kuda cantik berwarna putih yang berada didepannya, mengingatkannya pada teman masa kecilnya yaitu Ira yang mirip banget kayak kuda-__- ternyata kebetulan kata sang nenek, kuda tersebut bernama Ira x_X.

Nenek : “nah sekarang kau sudah siap dan sebentar lagi kuda ini akan membawamu ke mansion raja ilham. Tapi... ingat satu hal!”
Karlina : “apa itu nek?”
Nenek : “kau harus kembali tepat pukul 12 malam!”
Karlina : “ kenapa begitu nek?”
Nenek : “ yaelah nak, gaun yang kau pakai itu aku pinjem dari Rosita Collection. Perjanjiannya harus dikembaliin tepat pukul 12 malem, dan juga sepatumu aku ngutang ke toko Mergosari.”
karlina :  *gubrak*
.
.
Sampailah Karlina di mansion mewah milik raja Ilham. Sedikit terlambat karena perjalanan yang lumayan jauh ditambah kuda yang letoy percis banget kayak si Ira. Karlina keluar dari kereta dengan kaki yang didahulukan nya heueuh atuh maenya hulu heula. Semua orang berada disana begitu terpesona pada kecantikan karlina. Dengan senyum yang mengembang,karlina berjalan anggun menuju pintu mansion yang menjulang tinggi. Ketika sampai di dalam mansion,semua mata seketika tertuju pada karlina,bagaikan bidadari yang turun dari kayangan. Sungguh Karlina sangat gugup mendapati banyak orang melihat kearahnya. Ditambah sang ibu yang menatap kearahnya sambil menatap tak percaya sekaligus murka membuat nya tambah ciut. Tetapi rasa gugupnya ia tutupi dan kembali berjalan ke tengah mansion pura-pura tak peduli akan tatapan semua orang.
Karlina berjalan menuju meja panjang yang berisikan minuman dan hidangan-hidangan yang terlihat lezat, dan mengambil segelas bajigur dan cireng isi. Sambil menikmati hidangan yang dihadapannya karlina memandang keseluruh penjuru mansion, dan pandangannya berhenti ketika melihat sang pangeran datang dan langsung dikerumuni para gadis. Begitu tampan dan gagah dengan balutan jubah biru dan mahkota emas di kepalanya. Terlihat juga kakak-kakaknya ikut berkerumun bersama yang lain sedang mencoba merayu sang pangeran dengan tampang sok imutnya. Sang pangeran nampak terganggu dengan gadis-gadis tersebut. Kemana saja dia pergi selalu diikuti. ‘malang sekali nasib pangeran’ucap Karlina dalam hati.
Sang pangeran sampai di tengah mansion dan para gadis terus mengikuti,Merayunya agar berdansa dengan mereka. Tetapi pangeran Udin menolak ajakan gadis-gadis tersebut . ‘tak ada yang menarik’ pikirnya.
Matanya menerawang malas ke segala arah dan tak sengaja menatap kearah meja makan dan langsung tertegun begitu melihat sesosok malaikat cantik sedang menikmati segelas bajigur. ‘siapakah dia? Dia begitu cantik.’gumam nya. Sang pangeran langsung menghampiri sosok dan nafasnya tercekat melihat kecantikan karlina dari dekat. Terhipnotis akan mata bulat itu. Para gadis memandang sinis kepada Karlina. Marah, karena sang pangeran malah mendekati nya.
“hallo gadis cantik?” tanya sang pangeran sambil mengusap pipi halus karlina.
“h-hallo p-pangeran” ucapnya gugup tatkala tangan harum pangeran menyentuh pipi nya. Semburan merah langsung menjalar di wajah cantiknya.
“aku belum pernah bertemu dengan mu sebelumnya. Kau begitu cantik dan menawan” Puji sang pangeran dengan senyum mengembang.mata elangnya tak henti menulusuri wajah cantik Karlina walaupun sedikit samar.    
Lama memandang wajah cantik itu, tiba-tiba............
“KYAAAAAA.......” para gadis disana berteriak gaje melihat sang pangeran berjongkok dihadapan Karlina sambil menggenggam tangannya.
“wahai gadis yang cuantikz jelita dan kiyut, maukah kau berdansa dengan ku yang tampan ini malam ini?” tanya Pangeran dengan romantis.
Dengan malu-malu kucing, Karlina menjawab “baiklah pangeran aku mau.”
 SEKETIKA PARA GADIS PINGSAN.......
.
.
.
Semua gadis memandangnya iri. Ya, bagaimana tidak sudah hampir 2 jam nonstop sang pangeran berdansa dengan Karlina. Begitu romantis, sang Raja –raja Ilham- tersenyum kepada putranya yang berdansa dengan wanita pilihannya. Begitu juga dengan sang ratu –ratu Ulfah-
Disisi lain seorang Prajurit yang kita ketahui bernama Aditya sedang mencoba merayu dan menggoda Nela yang sedang patah hati karena raja kikim malah memilih Karlina untuk berdansa.
Aditya : “ udah neng lebih baik sama aa yang sangat ganteng ini aja yu dansanya. Daripadanya cemberut mulu,ntar cantinya hilang loh..”
Nela : “idihhhh strawberry rasa Apel.. sorry  ya, ga level!”
Aditya : “hihi eneng lucu deh kayak egi aday..”
Nela : “ lucu muka lo..”
Oke kita tinggalkan pasangan ini. Kita kembali ke sang pemain utama yang sedang berdansa.

Jam menunjukkan hampir pukul 12. Karlina begitu kaget, dia masih ingin berdansa dengan sang pangeran. Tapi kata nenek tua itu,dia harus cepat kembali ketika pukul 12 karena gaunnya mau di balikkin ke toko Rosita collection. Karlina pun melepas tangan pangeran...
“maaf pangeran aku harus kembali.” katanya tiba-tiba. Membuat sang pangeran mengerutkan kening bingung.
“kenapa kau ingin pergi? pesta masih belum selesai?” katanya menggenggam tangan Karlina kuat seakan tak ingin wanita itu pergi.
“maaf tapi aku benar-benar harus pergi.” katanya. Dengan cepat Karlina berlari menuju pintu mansion.
“hey.. tunggu siapa namamu hey!” sang pangeran berlari mengejar Karlina.
Karlina terus berlari sampai halaman mansion. Dalam dongeng Cinderella, Sepatu yang dipakai Cinderella tersangkut di halaman mansion pangeran. Tetapi,untuk cerita ini berbeda. Karena  Sepatu yang dipakainya adalah sepatu hasil ngutang sang nenek. Jadi dia tak mau membuat sepatu itu tertinggal karena takut merugikan sang nenek yang sudah bersusah payah mengutang di toko mergosari. Jadilah akhirnya Karlina melepaskan sebelah kaus kaki yang dipakainya dan kemudian disangkutkan di rumput halaman *sungguh ide yang cemerlang* dan langsung pergi meninggalkan mansion.
Sang pangeran hampir sampai ke gerbang mansion dan melihat kereta kencana yang ditumpangi gadis itu pergi begitu saja. tak dapat mengejar karena terlalu lelah. Pangeran Udin berteriak frustasi karena tak dapat mengejar gadis pujaannya.dia lupa tidak menanyakan namanya juga wajahnya terlalu samar. Dan akhirnya kembali berjalan ke dalam mansion. Tetapi ketika sampai dihalaman mansion,tak sengaja pangeran mendapati sebuah kaus kaki dekil dan mencium baunya. Baunya menyengat kayak campuran jengkol dan peuteuy. Dia yakin ini adalah kaus kaki milik gadis nya itu. Akhirnya sang pangeran memerintahkan para prajurit untuk mencari gadis itu.
.
.
.
Dua minggu lebih sang pangeran belum mendapatkan gadisnya itu. Jika saja yang tersangkut itu adalah sepatu gadis tersebut.  Mungkin akan mudah mencarinya dengan cara mengadakan sayembara ‘mencoba menyocokkan sepatu kpd para gadis’. Tetapi yang tersangkut ini adalah kaus kaki. Mana mungkin di cocokkan kesetiap gadis.
Sudah dua minggu juga Karlina dikurung dirumah nya. Ya kalian tau. Setelah acara itu selesai,ibu tiri beserta anak-anaknya langsung pulang dengan raut wajah marah kepada Karlina yang waktu itu sudah berganti pakaian dengan pakaian biasa. Bertanya ini itu seperti ‘dimana kau mendapatkan gaun itu?’ atau ‘kenapa kau jadi sangat cantik? Siapa yang mendandanimu?’ Karlina tak dapat menjawab karena terlalu gugup dan takut. Dan akhirnya dikurung didalam gudang. Pakaian yang di pakai waktu ke pesta di kembalikan kepada sang nenek dan setelah itu sang nenek menghilang begitu saja.
Karlina sangat sedih karena kepergian sang nenek yaang tak kunjung kembali,juga dirinya yang dikurung disini. Dia begitu mengharapkan sang pangeran akan datang mencarinya.
.
.
.
Do’a dan harapan karlina tercapai. Akhirnya setelah beberapa hari kembali mencari dan mengorek informasi dari berbagai sumber tentang gadisnya,sang pangeran akhirnya mengetahui alamat rumah sang gadis. Tak banyak fikir,pangeran Udin pun langsung mendatangi rumah tersebut. Nela,Amel dan Mifta yang berada disana begitu terkejut akan kedatangan pangeran yang tiba-tiba. Mereka mengira sang pangeran akan menemui salah satu dari mereka. Tetapi terkaan itu sirna tatkala melihat pangeran mendobrak isi rumah tanpa izin bersama prajurit-prajurit dan bodyguardnya.
BRAKK..
Karlina terkejut melihat apa terjadi. Itu pangerannya....
Ya pangeran yang selama ini ia harapkan untuk datang mencari nya akhirnya terkabul...
Sang pangeran langsung menghampirinya dan menyodorkan sebuah kaus kaki.
ini milikmu?” Tanyanya penuh hati-hati.
 Baunya seperti jengkol dan peuteuy nggak? Jika ya berarti itu milikku.” Jawab Karlina dengan suara rendah.
ya benar ini ada bau-bau jengkol sama peuteuy. Berarti gadis itu adalah kau?” tanya nya kembali.
Karlina mengangguk..
“KYAAAAA ALHAMDULILLAH YA ALLAH SAYA MENEMUKANNYA. CINTAKU,SAYANGKU.. “. Setelah itu tanpa terduga pangeran Udin memeluk gadisnya itu erat dan berkata akan segera menikahinya secepatnya. Karlina hanya mengagguk malu.
.
.
       
   Tiga tahun kemudian......
Kehidupan karlina mulai membaik setelah menikah dengan pangeran. Setelah hari dimana dia ditemukan digudang. Pangeran langsung membawa nya kehadapan raja ilham dan ratu Ulfah. Sebenarnya waktu itu ibu dan kakak-kakak tirinya akan ditahan oleh kerajaan karena ketahuan suka membully karlina.tetapi,karlina memohon kepada sang pangeran untuk tidak menahan mereka. Yang akhirnya dikabulkan oleh sang pangeran. Sungguh baik dan mulia sekali hatinya.

Dan setelah itu ibu dan kakak tirinya menjadi baik kepadanya.


Kini Nela sudah sudah sah menjadi istri seorang prajurit. Yaitu Aditya anaknya pa haji Atang.mereka pasangan yang cocok. Suami yang mesum dan istri yang pemarah. Sering sekali bertengkar walau akhirnya akan cepat kembali baikkan.
Terus untuk Amel, sekarang sedang pedekate sama dokter muda yang tampan bernama Rinal. Setiap hari  hobbynya men-stalk dokter tersebut. Dan terus berusaha untuk mendapatkan hati dokter tampan nya walau sang dokter terlihat acuh.
Dan untuk Mifta, dia sekarang sedang LDR-an sama pacarnya yang bernama Cecep. Pacarnya merantau ke kota untuk mencari uang bekal untuk mereka married. Mereka bertemu secara tak sengaja di acara pemilu ketua kuwu Desa kebon kalapa.
Terakhir untuk ibu Tiri. Setelah kepulangan sang suami,Kini mereka semakin langgeng dan lengket kayak alteko. Walaupun usia mereka sudah sangat kolot tetapi hubungan mereka tetap romantis kayak anak muda.
Sungguh semuanya menjadi bahagia.... 

Dan ohh.. jangan lupakan pemeran utama kita KARLINA. Yang sekarang sudah menjadi seorang Ratu di mansion kerajaan karena sang pangeran sudah menggantikan posisi ayahnya sebagai raja, dan menjadi Raja Udin


THE END

Hay hay hallo semuanya...
Oke oke mungkin story ini jauuuuuuuuuh banget dari kata bagus. Atau mungkin bisa dibilang jelek. Dari mulai penggambaran suasana yang ancur, bahasa yang pabeulit dan tanda baca yang ga sesuai,pengejaan kalimat ga tepat, alur yang berantakan,humor yang gak lucu  dan masih banyak lagi. maklum saya masih belajar buat nulis, Jadi agak kaku gitu. Tapi saya mengharapkan banget buat yang baca/ga sengaja baca buat ngasih komen. Takut-takut ada kesalahan atau typo yang bertebaran.
Oh iya, ini pertama kalinya loh saya nulis di blog .curhat. sebelum-sebelumnya saya masih bingung buat nulis apa disini bilang aja males. Tapi insyaalloh kedepannya mau berusaha nge-blog.
.
.
Terakhir  BIG THANKS TO : Karlina, Dewi Yuliana, Fikri Noor Ibrahim, Adithya Firdansyah,  Nela Lugina, Kiki Vidia Amelia, Miftahatun Faujiah, Vita Furnama, Kamarudin Anhar , Rinal Pasya dan semua temen-temen kelas 9a yang menjadi pemeran utama ataupun sekedar pemeran selingan disini wkwk *PelukSatuSatu*
Maaf jika nama kalian dinistain di story ini, terutama buat Ira Firdiany yang saya jadiin kuda haqhaqhaq :D
 MIND REVIEW PLEASE AND DON'T BE PLAGIAT.........


Tasikmalaya,16,April 2014
Penulis :  Nanda Nurulhuda ( @NandaNHz_ )

2 komentar:

  1. ;-; anjir bop kereeeeen mantappp di tunggu lah sekuel nya kwkwke yeeee urg heppy ending kwkwkkw :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk ah haroream sequel mah barina ge moal waka ngjieun kawas kieu deui da hese-_- nantilah habis UN kayaknya

      Hapus