KARLINA DAN KAUS KAKI BAU
(cinderella Story)
Cast :
-Karlina
As Karlina (cinderella) - Aditya As Prajurit
Kerajaan
- Kamarudin As pangeran Udin - Vita As Nenek
Sihir
- fikri
As Ayah
- Ilham As Raja
- Dewi As Ibu tiri
- Nela As kakak tiri
- Amel As Kakak tiri
- Mifta As Kakak Tiri
Alkisah pada jaman
dahulu kala ada sebuah desa bernama Kebon Kalapa atau bahasa gaulnya Bonka.
Namanya desa Kebon Kalapa karena rata-rata penduduk disana fanatik banget sama peuteuy(?). dipinggiran
desa tersebut, ada sebuah rumah bergaya eropa klasik yang sedikit berlumut dan
jamuran tetapi mewah. Disana hiduplah empat orang gadis yang cimit dan
unyu-unyu kayak chelibel. Ibunya bernama Bu Dewi dan bapaknya bernama Bapak
Fikri.
Anak pertama bernama Nela. Gadis cantik berkulit putih
dengan mata beningnya yang mampu membuat siapa saja tunduk kepadanya. Dia sangat
terkenal dikalangan kaum pria. Baik itu pemuda ataupun yang udah karatan(?).
tetapi kecantikannya tak sesuai dengan perilakunya. Dia adalah gadis yang sombong,manja,pelit,pemarah
dan pemalas. Tiap hari kerjaannya ngorok kayak kebo. Suka sekali menindas
Karlina –adik tirinya-.
Anak kedua yaitu Amel. Gadis manis dengan mata cicaknya yang
membuat nya seperti anak cicak-_- Dia orang yang sombong dan cerewet, juga suka
sekali menindas adik tirinya . Hobbynya itu selfie sambil manyun-manyun *dulu
ada kamera ga sih?* bareng temen geng nya
yang biasa disebut geng Cibubuhan.
Anak ketiga yaitu Mifta atau bisa dipanggil Atun.punya
karang di ketek sama dagu, karena itulah kalo dia selfie suka nutupin karangnya
yang didagu sama tangannya sambil julurin lidah-__- . Tak jauh beda dengan kakak-kakaknya yang sombong ,pemalas dan suka
menindas Karlina, dia pun sama.
Anak terakhir yaitu Karlina. Dia adalah adik tiri dari
ketiga kakaknya. Karena itulah wajah dan kulitnya berbeda dari ketiga kakaknya
yang cantik dan berkulit putih. Wajahnya kurang menarik dan kulitnya hitam
pekat*wkwk*. Konon katanya sih waktu dulu ketika ibunya mengandung
karlina,ibunya keseringan makan areng dan karbit. Yah,jadi beginilah jadinya
ketika dewasa, Kalo mati lampu susah ditemuin *dulu ada lampu?* dan juga kalo jalan bareng kakak-kakaknya, orang-orang
akan mengira itu bayangan ketiga gadis itu (wkwkwk maaf banget kalindd :D). Ibunya
yang asli dulu ketauan selingkuh dengan tukang es doger dan akhirnya memilih
kabur bersama selingkuhannya dan meninggalkan Karlina bersama ayahnya(pak
Fikri). Dan setelah itu pak Fikri menikah lagi dengan bu dewi yang janda dan
beranak tiga yang sangat kejam dan bermuka dua.
Tetapi.. Karlina berbeda
dengan kakak-kakaknya. Dia orang baik,ramah,suka menolong dan rajin menabung(?).
Walaupun suka ditindas oleh mereka, dia tetap tabah dan sabar menghadapinya.
Dia tak berani mengadu kepada ayahnya karena takut diancam oleh ibu dan kakak
tirinya.
.
.
Suatu hari......
Amel : “KARLINAAAAAA.....”
Seperti kesetanan Amel berteriak memanggil karlina. Suaranya
nya kayak mesin mobil butut sungguh memekakan gendang telinga.
Karlina : “iya kak,
ada apa? Kok kakak berteriak sih? Ga malu apa sama tetangga sebelah?”
Amel : “eh lo ya udah
berani ngelawan gue hah? Lo pkir lo siapa hah?”
Karlina : “kembarannya
Jennifer Lopez.” -___- *gubrak seketika*
Amel : “idihh narsis
loh.. tampang kayak omas aja sok jadi teteh Jenni -__- udahlah nih cuci baju
gue sampe bersih.. awas lo kalo ga bersih.”
Tiba-tiba datang Nela dengan mata terkantuk-kantuk dan rambutnya
berantakan kayak nenek lampir.
Amel : “ heh kebo
kerja lu tidur mulu ya.. idih”
Nela : “bae we atuh
masalah keur sia hah?”
Amel : “hehe bercanda
kakak :p eh Karlina kenapa lo diem aja? Cepet cuci tuh
baju!! Dan jangan bilang pada ayah kalo gue nyuruh lo oke? Awas lo ya”
Karlina : eh iya iya
.”
Karlina pun bergegas pergi dari hadapan kedua orang itu.
Kemudian menuju sungai untuk mencuci baju kakaknya.
.
.
Selesai mencuci baju,karlina kembali ke rumah dengan wajah
lelah nya. Ketika berjalan ke arah kamar Amel,sang ayah memanggilnya.
Pak fikri : “nak,
kemana saja kamu? Ayah cari kamu dari tadi ga ada.”
Karlina :” maaf ayah
aku tadi nyuci bajunya kak Amel .”
Pak Fikri : “eh kenapa
kamu nyuci bajunya amel? “
Karlina : “eh itu anu
eummm.. aku pingin aja kok yah, waktu kemarin kak Amel nyuci baju aku.sekarang
giliran aku yang nyuci.”
Dengan tampang bloonya, pak fikri menganggukkan kepala tanda
mengerti. Mempercayai begitu saja ucapan anaknya yang imut itu (huekkkkk :p)
Pak Fikri : “yaudah,
sekarang kamu simpen baju-baju itu dan langsung ke ruang tengah ya? Ayah mau
berbicara sesuatu.”
Karlina : “ oke ayahh :)“
.
.
Setelah menyimpan baju-baju amel, Karlina menuju ke ruang
tengah sesuai ucapan ayahnya tadi.
*ruang tengah*
Mifta : “eh kalin sini
duduk sebelah aku..” dengan sok manis nya dia merangkul bahu Karlina dan
membawanya duduk di sebelahnya.
‘dihh so’ cari perhatian ayah’ ucap Nela, Amel dan bu Dewi
dalam hati.
Pak Fikri : “ekhemm..
semua sudah berkumpul? Baiklah.. ada sesuatu yang harus ayah katakan pada
kalian.”
Semua nya mulai mengambil posisi duduk yang nyaman untuk
menyimak pembicaraan sang ayah.
Pak Fikri :
“akhir-akhir ini bisnis Kerudung Rabbani kita melonjak drastis di pasaran
dunia.”
Yah pak Fikri adalah seorang
pebisnis kerudung Rabbani. Bukan sembarang kerudung lohh.. soalnya bahan
dasar nya terbuat dari Anyaman (oke ini ngawur :p) makanya banyak sekali
peminatnya.
Pak Fikri melanjutkan
: “ untuk itu ayah akan berangkat ke Perancis selama dua bulan buat beli bahan
anyaman disana.”
Mendengar pernyataan itu, semuanya -kecuali Karlina- terlonjak kegirangan didalam hati. Ya,karena akhirnya mereka bisa leluasa menindas Karlina
tanpa halangan dari sang ayah dan tentunya akan lebih bebas melakukan apa saja
di rumah yang bisa di bilang mewah. Berbeda dengan Karlina, gadis itu tampak
murung. Dia sudah yakin bahwa sang ibu tiri dan kakaknya akan lebih leluasa
mem-bullynya dan akan lebih kejam
dari sebelumnya. Hahhh... siapkan mentalmu Kalind. Semoga tuhan melindungimu.
Semoga.
.
.
.
Terlihat keluarga itu sedang sibuk mempersiapkan barang-barang
sang ayah di kamar ayahnya. Sang istri terlihat menyiapkan baju-baju sang
suami. Dan anak-anaknya yang ikut membantu –minus karlina-.
Ibu Dewi : “ haha
akhirnya si tua bangka itu pergi juga, sekarang aku adalah ratu dirumah ini.”
Mifta : “ iya bu haha
dan aku juga akan lebih bebas nyiksa si tengil itu.”
Nela :” mudah-mudah
ayah lama disananya. Sekalian aja ga pulang-pulang.”
Amel :” kita berdoa
aja moga-moga ayah naik pesawat MH370 biar
ilang dan ga pulang-pulang “ *abaikan perkataan ini*
Mereka semua asyik berbincang sambil membereskan
barang-barang sang ayah. Tak menyadari bahwa Karlina mendengar pembicaraan mereka
dari balik pintu kamar yang sedikit terbuka sambil terisak pelan.
Karlina : “hiks..hiks..
mereka sangat jahat. Ya tuhan,kenapa hidupku begini , aku takut.. hiks.hiks
ayah jika kau tau seberapa piciknya mereka. Seberapa menderitanya aku selama
ini.”
akhirnya karlina berhenti mendengarkan pembicaraan mereka
dan berlalu pergi ke kamarnya.
.
.
.
Dua minggu kemudian.......
“KARLINA AMBILIN GUE
SEPATU...”
“KARLINA MAKANAN GUE
MANA..”
“BOCAH TENGIL,CEPAT
BELANJA..”
“ KARLINA LO JANGAN
TIDUR MULU CEPET BERSIHIN HALAMAN BELAKANG..”
“KARLINA CUCI BAJU
GUE..”
“ KARLINA CEBOKIN GUE
CEPET..”
Begitulah aktivitas sehari-hari keluarga tersebut setelah
sang tuan rumah (pak fikri) pergi merantau. Dan abaikan untuk teriakan
terakhir-__- . Seperti tak ada rasa
kasian untuk mereka menyiksa Karlina.
Setiap hari tak ada ampun menyuruh ini itu. Bukan hanya itu, mereka pun
memaksa Karlina tidur di gudang yang banyak sekali cengunguk-cengunguk yang
bertebaran. Sungguh kasian hidupmu nak *pukpukKalind*
.
.
Seperti pagi ini,
karlina sedang menyapu halaman depan rumah mereka. Sesekali menyeka keringat
yang mengucur. Baju yang digunakan nya lusuh dan kotor seperti gembel jalanan.
tetapi tiba-tiba datang seonggok manusia berpakaian ala prajurit memasuki
kediamannya. Dengan gagah orang yang berpakain prajurit itu menghampiri
Karlina.
“Eh ada gembel.. maaf neng, apakah ini kediamannya pak H. Mastah Fikri Diningrat?” orang itu bertanya tanpa memperdulikan raut wajah Karlina yang
seperti menahan marah.
“enak aja lo panggil gue gembel.. siapa sih lo?iya ini
rumahnya pak Fikri dan CATAT gue anaknya, bukan gembel.” Sembur Karlina.
“eh hehe maaf neng keceplosan,soalnya neng keliatan banget kayak gembel wkwk. ekhemm Saya adalah Prajurit Kerajaaan, dan nama saya adalah Aditya anaknya
pak Haji Atang. Itulohh kuwu Rajapolah yang punya toko anyaman. Neng tau kagak?
Pasti ga tau yah? Cupuu lo Neng.”seru Prajurit tersebut panjang dan ga nyambung.
“idih buat apa gue tau urusan lo! Sebenernya lo mau ngapain
sih? Dateng-dateng gajelas gitu bilang gue gembel lagi.” Amuk Karlina sambil
mem-poutkan bibirnya lucu.. *kyaaaa imuttttt!!*
“eh iya sampe lupa. Ini neng saya dikasih tugas sama Raja
Ilham buat ngasih undangan ke keluarga pak Fikri untuk acara ulang tahun anak semata wayangnya yaitu
pangeran Kamarudin atau biasa dipanggil Pangeran Udin. Acaranya malam ini” Ucap
Prajurit tersebut.
“oh iya iya makasih deh undangannya. Tapi maaf ayah gue
kayaknya ga bisa ikut soalnya lagi ke
Perancis. udeh ah lo balik lagi sana..”ucap karlina sambil ngibasin tangannya
tanda mengusir.
“BIASA AJA KELES..” kata Adit ngikutin gaya masa depan(ini
kan ceritanya pada jaman dahulu) dan langsung pergi untuk memberikan undangan
kepada warga lain.
.
.
.
Di rumah....
Amel : “ eh apaan tuh
lin?”(merampas undangan yang dibawa karlina)
Karlina :” ini kak, undangan pesta ulang tahun pangeran Udin katanya.”
Mifta : “kyaaaaaa benarkah? Pangeran Udin yang tampan dan gagah
perkasa itu? Aku ga nyangka kita bakalan diundang..”
Tiba-tiba ibu dewi dan Nela datang dari arah
dapur.
Ibu dewi : “ada apa ini ? kenapa tereak-tereak gitu sayang?”
Mifta : “ini mah, pangeran Udin anak raja ilham yang ganteng kayak Greyson Chance itu ngundang kita ke pesta ulang tahunnya. Aku seneng banget mah..”
Ibu dewi : “wah bagus dong kalo gitu.. eh denger ya mamah pengen salah
satu dari kalian harus mendapatkan Pangeran Udin.”
Nela : “ pasti dong. Pasti akulah yang dapet. Coz nya kan aku
cantikkk..”
Amel :” ya pasti aku dong kak yang dapet. Kemarin aku baca tweet nya
pangeran,katanya kriteria cewe idamannya adalah gadis yang imut,cantik dan
rajin. Pastilah aku. Kakakkan pemalas huhh..” *sumpah ini ngarang banget*
Nela : “apa lo bilang hah?? Ngajak ribut lo ya...”
Ibu dewi : “sudah-sudah jangan ribut ah.. sekarang kalian dandan yang
cantik ya? Jangan lupa pakai gaun yang bagus dan harus terlihat menarik agar
pangeran melirik kalian oke?”
Sang ibu mengusap-usap sayang
ketiga anaknya yang tampak senang. Melupakan sesosok Karlina yang termenung
sedih. Dia ingin sekali pergi kesana dengan gaun yang cantik. Tapi apalah daya,
dia tak punya gaun satupun. Mustahil kalo minjen ke mereka.
Ibu dewi : “oh iya buat kamu Karlina, jika kamu memang pengen pergi ke
pesta itu ya.. terserah sih. Tapi kan kamu gak punya gaun jadi sebaiknya kamu
diam aja dirumah okeh? Haha.” (sambil meledek)
Miftah : “bener.. lebih baik lo disini aja diem daripada malu-maluin
kita. Yu ahh kita dandan dulu yang cantik.”
Mereka pun lekas pergi ke kamar
masing-masing untuk berdandan. Sementara Karlina nampak sedih karena tidak bisa
ikut ke sana. Akhirnya Karlina pasrah dan pergi menuju halaman belakang untuk
merenung.
Di halaman belakang,Karlina duduk
di kursi panjang sambil menangis. Dia merindukkan ayahnya. Jika saja ayahnya
ada disini,mungkin saja dia dibelikan gaun oleh ayahnya dan pergi ke pesta
pangeran Udin ‘haaahhh....’
*brukkkkkk krasakkrusuk*
“meongggggggg”
Jantung Karlina hampir melompat
tatkala melihat kucing hitam yang terjatuh dihadapannyaentah darimana dan mengeong keras.
Kelihatannya sang kucing sedang menahan nyeri akibat benturan ke tanah. Gadis
itu menghampiri sang kucing dan berjongkok sambil membawa kucing tersebut ke
pangkuannya. Terlihat ada luka robekan dari lengan kiri sang kucing. Karena tak
tega akhirnya Karlina membawa nya ke kamarnya(gudang) dan mengobati luka kucing
tersebut dengan hati-hati. Setelah mengobati kucing tersebut. Karlina keluar
untuk mengambil air hangat. Tetapi ketika kembali......
Kucing itu tak ada. Tapi
tergantikan oleh seorang nenek tua dan udah karatan yang duduk di tempat yang
kucing tadi duduki sambil menatapnya sayu. Nafas nya tercekat. ‘siapa nenek
itu?’ ‘darimana dia datang?’ itulah pemikiran karlina.
“saya Vita. Aku adalah kucing yang kau tolong tadi.” Jawab nenek
tua itu seakan mengetahui isi pikirian gadis tersebut.
“a-appa?? Bagaimana bisa?” dia begitu syok dan sedikit takut.
“ saya adalah kucing jadi-jadian nak. Ga usah takut gitu. biasa aja
keles..” sang nenek ber-rolling eyes
sambil berbicara alay. Tetapi kemudian dia menatap kembali wajah Karlina sambil
tersenyum khas nenek tua “ kau sangat
baik sekali mau mengobati saya. Terimakasih nak, hatimu begitu mulia.”
“iya nek sama-sama.” Jawab karlina. Matanya masih membengkak karena
menangis tadi.
“kenapa matamu bengkak nak? kau menangis?”tanya nenek vita heran.
“ah tidak apa-apa nek . saya cuman sedih tak bisa ikut ke pesta ulang
tahun pangeran Udin malam ini karena tak punya gaun dan sepatu.Aku juga ga
bisa dandan” Curcol karlina(?)
“oh begitu ya.. hmm karena kau udah menolong saya bagaimana sebagai
imbalannya saya akan merubahmu menjadi cantik dengan gaun yang bagus dan pergi
ke pesta itu?” Tawar sang nenek baik hati.
“benarkah itu nek? Kau tak bohong?” harap karlina.
“nggak dong, aku kan orangnya nggak PHP nak .” jawab sang nenek.
“yeah makasih ya nek makasih bangetttt. Nanti aku promote deh
twitter nenek.” -____-
.
.
.
Dengan cepat karlina berubah total
dari yang terlihat nerd kini menjadi
seperti princess. wajah putih kehitam-hitaman(?) dengan gaun pink memanjang
sampai ujung kaki jenjangnya yang sangat cantik, rambutnya dibiarkan tergerai
panjang dengan poni menutupi dahinya yang selebar lapang bola. Sang nenek tersenyum puas melihat perubahan
Karlina. Hanya dengan memakai editan XiuXiu,photoshop,dan sedikit sentuhan efek
Camera360 membuat Karlina terlihat sangggaaaat cantik. Tak lupa sexy lips dari
efek C360 membuatnya terlihat seksehhhh..*wkwksumpahngakak*
Karlina dibawa oleh sang nenek ke
kereta kencana yang entah bagaimana bisa berada di halaman depan rumahnya. Ibu
dan kakak-kakak tirinya sudah pergi satu jam yang lalu. Karlina memasuki kereta
tersebut dan memandangi kuda cantik berwarna putih yang berada didepannya,
mengingatkannya pada teman masa kecilnya yaitu Ira yang mirip banget kayak
kuda-__- ternyata kebetulan kata sang nenek, kuda tersebut bernama Ira x_X.
Nenek : “nah sekarang kau sudah siap dan sebentar lagi kuda ini akan
membawamu ke mansion raja ilham. Tapi... ingat satu hal!”
Karlina : “apa itu nek?”
Nenek : “kau harus kembali tepat pukul 12 malam!”
Karlina : “ kenapa begitu nek?”
Nenek : “ yaelah nak, gaun yang kau pakai itu aku pinjem dari Rosita
Collection. Perjanjiannya harus dikembaliin tepat pukul 12 malem, dan juga
sepatumu aku ngutang ke toko Mergosari.”
karlina : *gubrak*
.
.
Sampailah Karlina di mansion mewah
milik raja Ilham. Sedikit terlambat karena perjalanan yang lumayan jauh
ditambah kuda yang letoy percis banget kayak si Ira. Karlina keluar dari kereta
dengan kaki yang didahulukan nya heueuh atuh maenya hulu heula. Semua
orang berada disana begitu terpesona pada kecantikan karlina. Dengan senyum
yang mengembang,karlina berjalan anggun menuju pintu mansion yang menjulang
tinggi. Ketika sampai di dalam mansion,semua mata seketika tertuju pada
karlina,bagaikan bidadari yang turun dari kayangan. Sungguh Karlina sangat
gugup mendapati banyak orang melihat kearahnya. Ditambah sang ibu yang menatap
kearahnya sambil menatap tak percaya sekaligus murka membuat nya tambah ciut.
Tetapi rasa gugupnya ia tutupi dan kembali berjalan ke tengah mansion pura-pura
tak peduli akan tatapan semua orang.
Karlina berjalan menuju meja
panjang yang berisikan minuman dan hidangan-hidangan yang terlihat lezat, dan
mengambil segelas bajigur dan cireng isi. Sambil menikmati hidangan yang
dihadapannya karlina memandang keseluruh penjuru mansion, dan pandangannya
berhenti ketika melihat sang pangeran datang dan langsung dikerumuni para gadis.
Begitu tampan dan gagah dengan balutan jubah biru dan mahkota emas di kepalanya.
Terlihat juga kakak-kakaknya ikut berkerumun bersama yang lain sedang mencoba
merayu sang pangeran dengan tampang sok imutnya. Sang pangeran nampak terganggu
dengan gadis-gadis tersebut. Kemana saja dia pergi selalu diikuti. ‘malang
sekali nasib pangeran’ucap Karlina dalam hati.
Sang pangeran sampai di tengah
mansion dan para gadis terus mengikuti,Merayunya agar berdansa dengan mereka.
Tetapi pangeran Udin menolak ajakan gadis-gadis tersebut . ‘tak ada yang
menarik’ pikirnya.
Matanya menerawang malas ke segala
arah dan tak sengaja menatap kearah meja makan dan langsung tertegun begitu
melihat sesosok malaikat cantik sedang menikmati segelas bajigur. ‘siapakah
dia? Dia begitu cantik.’gumam nya. Sang pangeran langsung menghampiri sosok dan
nafasnya tercekat melihat kecantikan karlina dari dekat. Terhipnotis
akan mata bulat itu. Para gadis memandang sinis kepada Karlina. Marah, karena
sang pangeran malah mendekati nya.
“hallo gadis cantik?” tanya sang pangeran sambil mengusap pipi
halus karlina.
“h-hallo p-pangeran” ucapnya gugup tatkala tangan harum pangeran
menyentuh pipi nya. Semburan merah langsung menjalar di wajah cantiknya.
“aku belum pernah bertemu dengan mu sebelumnya. Kau begitu cantik dan
menawan” Puji sang pangeran dengan senyum mengembang.mata elangnya tak
henti menulusuri wajah cantik Karlina walaupun sedikit samar.
Lama memandang wajah cantik itu,
tiba-tiba............
“KYAAAAAA.......” para gadis
disana berteriak gaje melihat sang pangeran berjongkok dihadapan Karlina sambil
menggenggam tangannya.
“wahai gadis yang cuantikz jelita dan kiyut, maukah kau berdansa dengan
ku yang tampan ini malam ini?” tanya Pangeran dengan romantis.
Dengan malu-malu kucing, Karlina
menjawab “baiklah pangeran aku mau.”
SEKETIKA PARA GADIS PINGSAN.......
.
.
.
Semua gadis memandangnya iri. Ya,
bagaimana tidak sudah hampir 2 jam nonstop sang pangeran berdansa dengan
Karlina. Begitu romantis, sang Raja –raja Ilham- tersenyum kepada putranya yang
berdansa dengan wanita pilihannya. Begitu juga dengan sang ratu –ratu Ulfah-
Disisi lain seorang Prajurit yang
kita ketahui bernama Aditya sedang mencoba merayu dan menggoda Nela yang sedang
patah hati karena raja kikim malah memilih Karlina untuk berdansa.
Aditya : “ udah neng lebih baik
sama aa yang sangat ganteng ini aja yu dansanya. Daripadanya cemberut mulu,ntar
cantinya hilang loh..”
Nela : “idihhhh strawberry rasa
Apel.. sorry ya, ga level!”
Aditya : “hihi eneng lucu deh
kayak egi aday..”
Nela : “ lucu muka lo..”
Oke kita tinggalkan pasangan ini.
Kita kembali ke sang pemain utama yang sedang berdansa.
Jam menunjukkan hampir pukul 12.
Karlina begitu kaget, dia masih ingin berdansa dengan sang pangeran. Tapi kata
nenek tua itu,dia harus cepat kembali ketika pukul 12 karena gaunnya mau di
balikkin ke toko Rosita collection. Karlina pun melepas tangan pangeran...
“maaf pangeran aku harus kembali.”
katanya tiba-tiba. Membuat sang pangeran mengerutkan kening bingung.
“kenapa kau ingin pergi? pesta
masih belum selesai?” katanya menggenggam tangan Karlina kuat seakan tak ingin
wanita itu pergi.
“maaf tapi aku benar-benar harus
pergi.” katanya. Dengan cepat Karlina berlari menuju pintu mansion.
“hey.. tunggu siapa namamu hey!”
sang pangeran berlari mengejar Karlina.
Karlina terus berlari sampai
halaman mansion. Dalam dongeng Cinderella, Sepatu yang dipakai Cinderella
tersangkut di halaman mansion pangeran. Tetapi,untuk cerita ini berbeda.
Karena Sepatu yang dipakainya adalah
sepatu hasil ngutang sang nenek. Jadi dia tak mau membuat sepatu itu tertinggal
karena takut merugikan sang nenek yang sudah bersusah payah mengutang di toko
mergosari. Jadilah akhirnya Karlina melepaskan sebelah kaus kaki yang
dipakainya dan kemudian disangkutkan di rumput halaman *sungguh ide yang
cemerlang* dan langsung pergi meninggalkan mansion.
Sang pangeran hampir sampai ke gerbang
mansion dan melihat kereta kencana yang ditumpangi gadis itu pergi begitu saja.
tak dapat mengejar karena terlalu lelah. Pangeran Udin berteriak frustasi
karena tak dapat mengejar gadis pujaannya.dia lupa tidak menanyakan namanya
juga wajahnya terlalu samar. Dan akhirnya kembali berjalan ke dalam mansion.
Tetapi ketika sampai dihalaman mansion,tak sengaja pangeran mendapati sebuah
kaus kaki dekil dan mencium baunya. Baunya menyengat kayak campuran jengkol dan
peuteuy. Dia yakin ini adalah kaus kaki milik gadis nya itu. Akhirnya sang
pangeran memerintahkan para prajurit untuk mencari gadis itu.
.
.
.
Dua minggu lebih sang pangeran
belum mendapatkan gadisnya itu. Jika saja yang tersangkut itu adalah sepatu
gadis tersebut. Mungkin akan mudah
mencarinya dengan cara mengadakan sayembara ‘mencoba menyocokkan sepatu kpd
para gadis’. Tetapi yang tersangkut ini adalah kaus kaki. Mana mungkin di
cocokkan kesetiap gadis.
Sudah dua minggu juga Karlina
dikurung dirumah nya. Ya kalian tau. Setelah acara itu selesai,ibu tiri beserta
anak-anaknya langsung pulang dengan raut wajah marah kepada Karlina yang waktu
itu sudah berganti pakaian dengan pakaian biasa. Bertanya ini itu seperti
‘dimana kau mendapatkan gaun itu?’ atau ‘kenapa kau jadi sangat cantik? Siapa
yang mendandanimu?’ Karlina tak dapat menjawab karena terlalu gugup dan takut.
Dan akhirnya dikurung didalam gudang. Pakaian yang di pakai waktu ke pesta di
kembalikan kepada sang nenek dan setelah itu sang nenek menghilang begitu saja.
Karlina sangat sedih karena
kepergian sang nenek yaang tak kunjung kembali,juga dirinya yang dikurung
disini. Dia begitu mengharapkan sang pangeran akan datang mencarinya.
.
.
.
Do’a dan harapan karlina tercapai.
Akhirnya setelah beberapa hari kembali mencari dan mengorek informasi dari
berbagai sumber tentang gadisnya,sang pangeran akhirnya mengetahui alamat rumah sang gadis. Tak banyak fikir,pangeran Udin pun langsung mendatangi rumah
tersebut. Nela,Amel dan Mifta yang berada disana begitu terkejut akan
kedatangan pangeran yang tiba-tiba. Mereka mengira sang pangeran akan menemui
salah satu dari mereka. Tetapi terkaan itu sirna tatkala melihat pangeran mendobrak
isi rumah tanpa izin bersama prajurit-prajurit dan bodyguardnya.
BRAKK..
Karlina terkejut melihat apa
terjadi. Itu pangerannya....
Ya pangeran yang selama ini ia
harapkan untuk datang mencari nya akhirnya terkabul...
Sang pangeran langsung menghampirinya
dan menyodorkan sebuah kaus kaki.
“ini milikmu?” Tanyanya penuh hati-hati.
Baunya seperti jengkol dan
peuteuy nggak? Jika ya berarti itu milikku.” Jawab Karlina dengan suara
rendah.
“ya benar ini ada bau-bau jengkol sama peuteuy. Berarti gadis itu adalah
kau?” tanya nya kembali.
Karlina mengangguk..
“KYAAAAA ALHAMDULILLAH YA ALLAH
SAYA MENEMUKANNYA. CINTAKU,SAYANGKU.. “. Setelah itu tanpa terduga pangeran Udin memeluk gadisnya itu erat dan berkata akan segera menikahinya secepatnya.
Karlina hanya mengagguk malu.
.
.
Tiga tahun kemudian......
Kehidupan karlina mulai membaik
setelah menikah dengan pangeran. Setelah hari dimana dia ditemukan digudang.
Pangeran langsung membawa nya kehadapan raja ilham dan ratu Ulfah. Sebenarnya
waktu itu ibu dan kakak-kakak tirinya akan ditahan oleh kerajaan karena
ketahuan suka membully karlina.tetapi,karlina memohon kepada sang pangeran
untuk tidak menahan mereka. Yang akhirnya dikabulkan oleh sang pangeran.
Sungguh baik dan mulia sekali hatinya.
Dan setelah itu ibu dan kakak
tirinya menjadi baik kepadanya.
Kini Nela sudah sudah sah menjadi
istri seorang prajurit. Yaitu Aditya anaknya pa haji Atang.mereka pasangan yang
cocok. Suami yang mesum dan istri yang pemarah. Sering sekali bertengkar walau
akhirnya akan cepat kembali baikkan.
Terus untuk Amel, sekarang sedang
pedekate sama dokter muda yang tampan bernama Rinal. Setiap hari hobbynya men-stalk dokter tersebut. Dan terus
berusaha untuk mendapatkan hati dokter tampan nya walau sang dokter terlihat acuh.
Dan untuk Mifta, dia sekarang sedang
LDR-an sama pacarnya yang bernama Cecep. Pacarnya merantau ke kota untuk
mencari uang bekal untuk mereka married. Mereka bertemu secara tak sengaja di
acara pemilu ketua kuwu Desa kebon kalapa.
Terakhir untuk ibu Tiri. Setelah
kepulangan sang suami,Kini mereka semakin langgeng dan lengket kayak alteko.
Walaupun usia mereka sudah sangat kolot tetapi hubungan mereka tetap romantis
kayak anak muda.
Sungguh semuanya menjadi
bahagia....
Dan ohh.. jangan lupakan pemeran
utama kita KARLINA. Yang sekarang sudah menjadi seorang Ratu di mansion
kerajaan karena sang pangeran sudah menggantikan posisi ayahnya sebagai raja,
dan menjadi Raja Udin
THE END
Hay hay hallo semuanya...
Oke oke mungkin story ini jauuuuuuuuuh
banget dari kata bagus. Atau mungkin bisa dibilang jelek. Dari mulai penggambaran suasana yang
ancur, bahasa yang pabeulit dan tanda baca yang ga sesuai,pengejaan kalimat ga
tepat, alur yang berantakan,humor yang gak lucu
dan masih banyak lagi. maklum saya masih belajar buat nulis, Jadi agak kaku
gitu. Tapi saya mengharapkan banget buat yang baca/ga sengaja baca buat ngasih
komen. Takut-takut ada kesalahan atau typo yang bertebaran.
Oh iya, ini pertama kalinya loh saya
nulis di blog .curhat. sebelum-sebelumnya saya masih bingung buat nulis
apa disini bilang aja males. Tapi insyaalloh kedepannya mau berusaha
nge-blog.
Terakhir BIG THANKS TO : Karlina, Dewi Yuliana, Fikri Noor Ibrahim, Adithya Firdansyah, Nela Lugina, Kiki Vidia Amelia, Miftahatun
Faujiah, Vita Furnama, Kamarudin Anhar , Rinal Pasya dan semua temen-temen kelas
9a yang menjadi pemeran utama ataupun sekedar pemeran selingan disini wkwk
*PelukSatuSatu*
Maaf jika nama kalian dinistain di
story ini, terutama buat Ira Firdiany
yang saya jadiin kuda haqhaqhaq :D
MIND REVIEW PLEASE AND DON'T BE PLAGIAT.........
Tasikmalaya,16,April 2014
Penulis : Nanda Nurulhuda ( @NandaNHz_ )
;-; anjir bop kereeeeen mantappp di tunggu lah sekuel nya kwkwke yeeee urg heppy ending kwkwkkw :3
BalasHapuswkwkwk ah haroream sequel mah barina ge moal waka ngjieun kawas kieu deui da hese-_- nantilah habis UN kayaknya
Hapus