Sabtu, 06 Agustus 2016

SPOILER ALERT : DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN

“…. Daun yang jatuh tak pernah membenci angin…. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya….”



Begitulah salah satu quote yang berada di dalam novel “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin”.

Yups mau cerita dulu nih, kemarin selasa dapet kiriman paket dari aa di Bandung. Awalnya taunya aa ngirim paket foto-foto resmi nya buat ngurusin surat-surat gitulah ga ngerti. Eh ternyata kata mamah ada novel di dalemnya. Kalo kata mamah sih, cuman buat ngeberatin isi paketnya biar keliatan tebel wkwkwk dasar mamah…….



Awalnya liat novel nya sih aku ga niat buat baca. Selain emang lagi males baca, banyak banget tugas-tugas yang belum di kerjain. Maklum ya udah kelas 12, tugas nya pun jadi lebih banyak dibanding tahun lalu… (ga kebayang nanti kalo udah kuliah mungkin better than this)

Tapi setelah difikir-fikir ga ada salahnya juga sih. Sekalian ngerefresh-in otak dari hal-hal yang berbau sekolah *seketika alergi*
Yowes deh aku baca. Dan sisa sore hari pun dipake buat baca novel ini.

SINOPSIS
Novel ini mengisahkan kehidupan kakak beradik Tania dan Dede yang harus putus sekolah dan menjadi pengamen karena keterbatasan ekonomi keluarga sepeninggal ayah mereka. Mereka berdua tinggal di rumah kardus dengan ibu mereka yang sakit-sakitan.
Kehidupan mereka berubah setelah bertemu dengan seorang pria bernama Danar. Danar adalah seorang karyawan yang juga penulis buku anak-anak. Danar begitu baik sehingga keluarga ini menganggapnya seperti malaikat. Tania sangat mengagumi Danar karena selain baik, dia juga punya wajah yang menawan.


Yo sampe sini dulu synopsis nya ya, and now, I have some opinion about this Novel. AKU SARANKAN BAGI KALIAN PEMBENCI SPOILER JANGAN SEKALI-KALI BACA INI.


MY OPINI
Di Bab-bab pertama diceritain Tania dengan adiknya Dede. Hidup bermodalkan suara dan kecrekan menelusuri tiap sudut kota dari satu bis ke  bis lainnya. Mengamen….ibunya sakit-sakitan dirumah dan ayahnya meninggal ketika mereka pada kecil-kecil.
Pada suatu hari Tania dan Dede seperti biasa sedang mengamen di sebuah bis. Tapi kemudian Tania yang tak memakai sandal tertancap paku payung. Tak ada yang mau menolong Tania. Tetapi tiba-tiba seorang pemuda berumur dewasa yang menolong Tania.


Di bab- bab awal ceritanya emang kayak sinetron-sinetron gitu ya. Tetapi walaupun seperti sinetron Tere Liye mampu membuat cerita ini hidup dan entah kenapa bikin saya betah lama-lama baca. Awal yang bagus aku rasa.

Di Bab pertengahan diceritain bahwa pemuda tersebut yang diketahu bernama Danar ternyata terus mendatangi  Tania dan Dede di hari-hari berikutnya entah itu untuk membawakan makanan,oleh-oleh dan hadiah. Danar juga suka ngunjungin rumah Tania & Dede yang jelek itu.
Suatu ketika Danar memberikan mereka rumah kontrakan sehingga Tania, Dede dan ibunya tidak perlu lagi tinggal di rumah kardus. Tania dan Dede bisa kembali sekolah dan ibunya berjualan kue. Mereka pun semakin dekat seperti keluarga. Suasana agak berubah ketika danar membawa teman dekatnya yang bernama Ratna. Tania merasa cemburu, ia tidak suka melihat kedekatan Danar dengan Ratna. Rasa tidak suka itu bukan sekedar perasaan iri seorang adik tapi Tania kecil belum bisa menerjemahkan apa arti perasaan itu.

Nah disini mulai diceritain perasaan Tania…..
Kebahagiaan mereka berkurang saat ibu Tania meninggal. Berat sekali bagi Tania menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya telah tiada dan sekarang ia yang harus bertanggung jawan menjaga adiknya. Untung saja ada Danar yang selalu berada di samping mereka. Tania tumbuh menjadi gadis yang cantik dan pintar. Ia berhasil mendapatkan beasiswa ke Singapura. Sederet prestasi berhasil ia raih dalam studinya. Semua pengalaman hidup yang telah Tania alami menjadikannya lebih dewasa dari gadis-gadis lain seumurannya. Perasaannya terhadap Danar juga semakin jelas. Lambat laun Tania tahu, perasaan itu bernama cinta.


Disini semakin jelas perasaan Tania. Dan bagian-bagian ini yang paling menyiksa batin menurut aku wkwkwk
Tapi cinta Tania terhadap danar tidaklah mudah. Bertahun-tahun mereka bersama dalam status kakak adik, terlebih lagi mereka terpaut usia 14 tahun. Bagi ABG seperti Tania, jatuh cinta kepada pria yang jauh lebih tua darinya cukup membuatnya pusing. Sisi remajanya membuatnya ingin mengekspresikan perasaannya meskipun ia tidak tahu apakah Danar memiliki perasaan yang sama dengannya atau tidak. Keadaan semakin sulit saat Danar memutuskan untuk menikah dengan Ratna. Tania patah hati. Ia memutuskan untuk tidak hadir dalam pernikahan mereka meskipun Danar dan Ratna telah membujuknya.


Masa sulit buat Tania, dan disini konflik mulai memanas…


Beberapa waktu berselang, Tania tahu bahwa kehidupan rumah tangga Danar dan Ratna tidak bahagia. Ratna bercerita kepada Tania bahwa Danar telah banyak berubah. Danar menjadi pendiam dan seringkali tidak berada di rumah. Ratna tahu ada sesuatu yang menghalangi mereka, ada seseorang di antara ia dan Danar tapi ia tidak pernah tahu siapakah bayangan itu. Dari cerita Dede akhirnya Tania tahu bahwa Danar juga mencintai Tania. Danar menuliskan perasaannya dalam novel “Cinta Pohon Linden” yang tidak pernah selesai ia tulis. Perbedaan usia yang cukup jauh membuat Danar merasa tidak pantas mencintai Tania. Tidak seharusnya ia mencintai gadis kecil seperti Tania.


Konflik disini mulai menurun. Jujur aku ceureumbayan pas adegan ini. Betapa kesiksanya Tania. Dan dilain sisi kasihan dengan Ratna yang digantung perasaannya oleh Danar.
Ketika Tania dan Danar sama-sama tahu perasaan mereka masing-masing, semua sudah terlambat. Biar bagaimanapun Danar telah menikah dengan Ratna. Akhirnya Tania kembali ke Singapura dan memutuskan untuk meninggalkan semua cerita cintanya.


Dan ini endingnya… diketahui bahwa Ratna udah hamil 4 bulan. Tania pun udah menyerah ga bakal merjuangin Danar karena ia memikirkan perasaan Ratna.


Yups ending nya ternyata ga serumit yang aku bayangkan. Aku pikir ending nya tuh Danar ternyata punya suatu penyakit dan dokter memvonis akan meninggal. Itulah sebabnya ia menggantung Ratna karena takut bikin Ratna sedih wkwkwkwkwk ending maksa.tapi serius kok aku ga kepikiran kalo ending nya bakal gitu doing. Kalo kata aku sih kurang klimaks.


Well untuk keseluruhan Novel ini recommended banget buat kalian pecinta novel mellow romance hurt. Kalo yang bacanya baperan pasti dah tuh bakal nangis kejer-kejer HAHAHA
Aku kasih rate buat novel ini adalah 4 dari 5
Sekian, wassalam
bonus pic


cr :https://ulwulan17.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar