“…. Daun yang jatuh tak pernah membenci angin…. Dia
membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya….”
Begitulah salah satu quote
yang berada di dalam novel “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin”.
Yups mau cerita dulu nih,
kemarin selasa dapet kiriman paket dari aa di Bandung. Awalnya taunya aa ngirim
paket foto-foto resmi nya buat ngurusin surat-surat gitulah ga ngerti. Eh ternyata
kata mamah ada novel di dalemnya. Kalo kata mamah sih, cuman buat ngeberatin
isi paketnya biar keliatan tebel wkwkwk dasar mamah…….
Awalnya liat novel nya sih aku
ga niat buat baca. Selain emang lagi males baca, banyak banget tugas-tugas yang
belum di kerjain. Maklum ya udah kelas 12, tugas nya pun jadi lebih banyak
dibanding tahun lalu… (ga kebayang nanti kalo udah kuliah mungkin better than
this)
Tapi setelah difikir-fikir ga
ada salahnya juga sih. Sekalian ngerefresh-in otak dari hal-hal yang berbau
sekolah *seketika alergi*
Yowes deh aku baca. Dan sisa
sore hari pun dipake buat baca novel ini.
SINOPSIS
Novel ini mengisahkan kehidupan kakak beradik Tania dan Dede
yang harus putus sekolah dan menjadi pengamen karena keterbatasan ekonomi
keluarga sepeninggal ayah mereka. Mereka berdua tinggal di rumah kardus dengan
ibu mereka yang sakit-sakitan.
Kehidupan mereka berubah setelah bertemu dengan seorang pria
bernama Danar. Danar adalah seorang karyawan yang juga penulis buku anak-anak.
Danar begitu baik sehingga keluarga ini menganggapnya seperti malaikat. Tania
sangat mengagumi Danar karena selain baik, dia juga punya wajah yang menawan.
Yo sampe sini dulu synopsis nya ya, and now, I have some
opinion about this Novel. AKU SARANKAN BAGI KALIAN PEMBENCI SPOILER JANGAN
SEKALI-KALI BACA INI.
MY OPINI
Di Bab-bab pertama diceritain Tania dengan adiknya Dede. Hidup
bermodalkan suara dan kecrekan menelusuri tiap sudut kota dari satu bis ke bis lainnya. Mengamen….ibunya sakit-sakitan
dirumah dan ayahnya meninggal ketika mereka pada kecil-kecil.
Pada suatu hari Tania dan Dede seperti biasa sedang mengamen
di sebuah bis. Tapi kemudian Tania yang tak memakai sandal tertancap paku payung.
Tak ada yang mau menolong Tania. Tetapi tiba-tiba seorang pemuda berumur dewasa
yang menolong Tania.
Di bab- bab awal ceritanya emang kayak sinetron-sinetron
gitu ya. Tetapi walaupun seperti sinetron Tere Liye mampu membuat cerita ini
hidup dan entah kenapa bikin saya betah lama-lama baca. Awal yang bagus aku
rasa.
Di Bab pertengahan diceritain bahwa pemuda tersebut yang
diketahu bernama Danar ternyata terus mendatangi Tania dan Dede di hari-hari berikutnya entah
itu untuk membawakan makanan,oleh-oleh dan hadiah. Danar juga suka ngunjungin
rumah Tania & Dede yang jelek itu.
Suatu ketika Danar memberikan mereka rumah kontrakan
sehingga Tania, Dede dan ibunya tidak perlu lagi tinggal di rumah kardus. Tania
dan Dede bisa kembali sekolah dan ibunya berjualan kue. Mereka pun semakin
dekat seperti keluarga. Suasana agak berubah ketika danar membawa teman
dekatnya yang bernama Ratna. Tania merasa cemburu, ia tidak suka melihat
kedekatan Danar dengan Ratna. Rasa tidak suka itu bukan sekedar perasaan iri
seorang adik tapi Tania kecil belum bisa menerjemahkan apa arti perasaan itu.
Nah disini mulai diceritain perasaan Tania…..
Kebahagiaan mereka berkurang saat ibu Tania meninggal. Berat
sekali bagi Tania menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya telah tiada dan
sekarang ia yang harus bertanggung jawan menjaga adiknya. Untung saja ada Danar
yang selalu berada di samping mereka. Tania tumbuh menjadi gadis yang cantik
dan pintar. Ia berhasil mendapatkan beasiswa ke Singapura. Sederet prestasi
berhasil ia raih dalam studinya. Semua pengalaman hidup yang telah Tania alami
menjadikannya lebih dewasa dari gadis-gadis lain seumurannya. Perasaannya
terhadap Danar juga semakin jelas. Lambat laun Tania tahu, perasaan itu bernama
cinta.
Disini semakin jelas perasaan Tania. Dan bagian-bagian ini
yang paling menyiksa batin menurut aku wkwkwk
Tapi cinta Tania terhadap danar tidaklah mudah.
Bertahun-tahun mereka bersama dalam status kakak adik, terlebih lagi mereka
terpaut usia 14 tahun. Bagi ABG seperti Tania, jatuh cinta kepada pria yang
jauh lebih tua darinya cukup membuatnya pusing. Sisi remajanya membuatnya ingin
mengekspresikan perasaannya meskipun ia tidak tahu apakah Danar memiliki
perasaan yang sama dengannya atau tidak. Keadaan semakin sulit saat Danar
memutuskan untuk menikah dengan Ratna. Tania patah hati. Ia memutuskan untuk
tidak hadir dalam pernikahan mereka meskipun Danar dan Ratna telah membujuknya.
Masa sulit buat Tania, dan disini konflik mulai memanas…
Beberapa waktu berselang, Tania tahu bahwa kehidupan rumah
tangga Danar dan Ratna tidak bahagia. Ratna bercerita kepada Tania bahwa Danar
telah banyak berubah. Danar menjadi pendiam dan seringkali tidak berada di
rumah. Ratna tahu ada sesuatu yang menghalangi mereka, ada seseorang di antara
ia dan Danar tapi ia tidak pernah tahu siapakah bayangan itu. Dari cerita Dede
akhirnya Tania tahu bahwa Danar juga mencintai Tania. Danar menuliskan
perasaannya dalam novel “Cinta Pohon Linden” yang tidak pernah selesai ia
tulis. Perbedaan usia yang cukup jauh membuat Danar merasa tidak pantas
mencintai Tania. Tidak seharusnya ia mencintai gadis kecil seperti Tania.
Konflik disini mulai menurun. Jujur aku ceureumbayan pas
adegan ini. Betapa kesiksanya Tania. Dan dilain sisi kasihan dengan Ratna yang
digantung perasaannya oleh Danar.
Ketika Tania dan Danar sama-sama tahu perasaan mereka
masing-masing, semua sudah terlambat. Biar bagaimanapun Danar telah menikah
dengan Ratna. Akhirnya Tania kembali ke Singapura dan memutuskan untuk
meninggalkan semua cerita cintanya.
Dan ini endingnya… diketahui bahwa Ratna udah hamil 4 bulan.
Tania pun udah menyerah ga bakal merjuangin Danar karena ia memikirkan perasaan
Ratna.
Yups ending nya ternyata ga serumit yang aku bayangkan. Aku pikir
ending nya tuh Danar ternyata punya suatu penyakit dan dokter memvonis akan
meninggal. Itulah sebabnya ia menggantung Ratna karena takut bikin Ratna sedih
wkwkwkwkwk ending maksa.tapi serius kok aku ga kepikiran kalo ending nya bakal
gitu doing. Kalo kata aku sih kurang klimaks.
Well untuk keseluruhan Novel ini recommended banget buat
kalian pecinta novel mellow romance hurt. Kalo yang bacanya baperan pasti dah
tuh bakal nangis kejer-kejer HAHAHA
Aku kasih rate buat novel ini adalah 4 dari 5
Sekian, wassalam
bonus pic
cr :https://ulwulan17.wordpress.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar